Sabtu, 07 Agustus 2010

Kamis, 11 Maret 2010

Manfaat Buah Srikaya

Srikaya, Tanaman Multi-Manfaat

Srikaya [Annona squamosa], adalah tanaman yang tergolong ke dalam genus Annona, merupakan pohon buah-buahan kecil yang berasal dari daerah tropis. Termasuk semak yang biasa ditanam di pekarangan, dibudidayakan, atau tumbuh liar. Tinggi pohon bisa mencapai 8 m. Daunnya berselang, sederhana, lembing membujur. Bunga muncul dalam tandan sebanyak 3-4, berwarna kuning-hijau berbintik ungu.

Buah srikaya berbentuk bulat dengan kulit bermata banyak. Daging buahnya berwarna putih dan berbiji banyak. Rasa daging buahnya manis, kental dan terasa seperti bergula. Walaupun orang banyak membeli buah srikaya untuk dikonsumsi, namun ternyata hampir semua bagian dari srikaya dapat memberikan manfaat bagi yang membutuhkannya.

Bermula dari buah. Srikaya kaya energi makanan dan merupakan sumber zat besi yang baik. Buah muda dapat digunakan untuk mengatasi diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan. Akar pohon srikaya rasanya pahit dan berkhasiat sebagai anti-radang dan antidrepresi. Selain itu akarnya, dengan pengolahan yang tepat, juga digunakan untuk sembelit dan nyeri tulang punggung.

Daunnya terasa pahit dan kelat. Daun srikaya berkhasiat sebagai astringen, anti-radang, peluruh cacing usus, serta mempercepat pemasakan bisul dan abses jika digunakan untuk obat luar. Tak hanya itu, daunnya juga berkhasiat sebagai obat batuk, demam, reumatik, menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, diare, dan disentri. Biji berkhasiat memacu enzim pencernaan, sehingga baik untuk mengobati pencernaan yang lemah. Biji juga dapat meluruhkan cacing, mematikan kutu kepala, dan serangga. Sedangkan kulit kayunya berkhasiat sebagai astringen dan tonikum. Dalam pengobatan, kulit kayu srikaya dapat digunakan untuk mengobati diare dan disentri.

Meski tanaman srikaya membawa banyak manfaat, namun ternyata biji, kulit kayu, dan akarnya juga mengandung racun, sehingga memerlukan pengolahan dari seorang herbalis atau ahli yang berpengalaman untuk menghilangkan efek racunnya. Khusus untuk ibu hamil, sebaiknya menghindari minum rebusan biji buah srikaya.

Srikaya atau serikaya atau buah nona (Annona squamosa), adalah tanaman yang tergolong ke dalam genus Annona yang berasal dari daerah tropis.

Buah srikaya berbentuk bulat dengan kulit bermata banyak (serupa sirsak). Daging buahnya berwarna putih.

Termasuk semak semi-hijau abadi atau pohon yang meranggas mencapai 8 m tingginya. Daunnya berselang, sederhana, lembing membujur, 7-12 cm panjangnya, dan berlebar 3-4 cm. Bunganya muncul dalam tandan sebanyak 3-4, tiap bunga berlebar 2-3 cm, dengan enam daun bunga/kelopak, kuning-hijau berbintik ungu di dasarnya.

Buahnya biasanya bundar atau mirip kerucut cemara, berdiameter 6-10 cm, dengan kulit berbenjol dan bersisik. Daging buahnya putih, menyerupai dan memiliki rasa seperti podeng.

Srikaya kaya akan energi makanan dan merupakan sumber zat besi yang baik.

Digunakan oleh beberapa masyarakat di India untuk meramu tonik rambut. Bijinya juga ditumbuk dan dioleskan untuk membasmi kutu rambut.

Manfaat lain dari Srikaya antara lain :

  • Daun digunakan untuk mengatasi:
    batuk, demam, reumatik, menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, diare,
    disentri, rectal prolaps pada anak-anak, cacingan, kutu kepala, pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema.
  • Biji digunakan untuk mengatasi:
    pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala dan serangga.
  • Buah muda digunakan untuk mengatasi :
    diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan (atonik dispepsia).
  • Akar digunakan untuk mengatasi:
    sembelit, disentri akut, depresi mental, dan nyeri tulang punggung.
  • Kulit kayu digunakan untuk mengatasi:
    diare, disentri, dan luka berdarah.

Rabu, 10 Maret 2010

ANDAI

ANDA

ANDAI

Andaikan waktu yang berjalan hari ini

Adalah waktu yang terahir bagiku

Aku akan jadikan hari ini adalah hari yang menyenangkan

Bagiku dan semua orang yang merindukanku

Andai esok tak lagi menyapaku

Ku ingin selalu mengenang masa lalu

Andai sang surya tak lagi tersenyum padaku

Ku ingin dia selalu tersenyum riang

Untuk semua orang

Andaikan bintang tak lagi bersinar terang untukku

Ku ingin dia selalu menyinari hari-hariku yang kelabu

Andaikan bumi tak lagi menyejukkan hatiku

Ku ingin dia menyejukkan hati semua orang di dunia ini

Tuhan…

Jikalau jiwa ini tak lagi menyatu dengan raga ini

Aku hanya ingin satu permintaan

Kumohon…

Terangilah jalan orang-orang yang engkau ridhoi

Sinarilah jalan hidup mereka dengan cahaya ketentraman-Mu

Created by:

ANF

I

Andaikan waktu yang berjalan hari ini

Adalah waktu yang terahir bagiku

Aku akan jadikan hari ini adalah hari yang menyenangkan

Bagiku dan semua orang yang merindukanku

Andai esok tak lagi menyapaku

Ku ingin selalu mengenang masa lalu

Andai sang surya tak lagi tersenyum padaku

Ku ingin dia selalu tersenyum riang

Untuk semua orang

Andaikan bintang tak lagi bersinar terang untukku

Ku ingin dia selalu menyinari hari-hariku yang kelabu

Andaikan bumi tak lagi menyejukkan hatiku

Ku ingin dia menyejukkan hati semua orang di dunia ini

Tuhan…

Jikalau jiwa ini tak lagi menyatu dengan raga ini

Aku hanya ingin satu permintaan

Kumohon…

Terangilah jalan orang-orang yang engkau ridhoi

Sinarilah jalan hidup mereka dengan cahaya ketentraman-Mu

Created by:

ANF

ANDAI

Andaikan waktu yang berjalan hari ini

Adalah waktu yang terahir bagiku

Aku akan jadikan hari ini adalah hari yang menyenangkan

Bagiku dan semua orang yang merindukanku

Andai esok tak lagi menyapaku

Ku ingin selalu mengenang masa lalu

Andai sang surya tak lagi tersenyum padaku

Ku ingin dia selalu tersenyum riang

Untuk semua orang

Andaikan bintang tak lagi bersinar terang untukku

Ku ingin dia selalu menyinari hari-hariku yang kelabu

Andaikan bumi tak lagi menyejukkan hatiku

Ku ingin dia menyejukkan hati semua orang di dunia ini

Tuhan…

Jikalau jiwa ini tak lagi menyatu dengan raga ini

Aku hanya ingin satu permintaan

Kumohon…

Terangilah jalan orang-orang yang engkau ridhoi

Sinarilah jalan hidup mereka dengan cahaya ketentraman-Mu

Created by:

ANF