KKN atau Kuliah Kerja Nyata bagi mahasiswa merupakan salah satu Mata Kuliah yang harus dijalani dalam rangka menyelesaikan studinya di perguruan tinggi, lalu seberapa manfaatkah KKN itu ? apa yang perlu dibenahi agar KKN kembali menjadi primadona bagi masyarakat di pedesaan khususnya.
Fenomena KKN memang cukup krusial, barangkali itulah sebabnya tidak semua perguruan tinggi mewajibkan KKN sebagai syarat kelulusan. Sebenarnya jika kita (mahasiswa) telah memiliki kesadaran yang tinggi akan fungsional mereka di mata masyarakat, KKN dapat dijadikan sebagai salah satu jenjang pembelajaran. Justru di sana terdapat pembelajaran yang sangat kompleks. Belajar dalam arti sesungguhnya, yaitu melatih ketajaman indera sosial. Sudah selayaknya sebagai mahasiswa kita menjadi partner bagi masyarakat awam. Kita yang lebih beruntung, melihat masalah apa yang ada pada masyarakat, lalu berpikir adakah solusi yang bisa digarap bersama-sama masyarakat untuk membangun desa mereka.
Dalam sosialisasi terungkap bahwa Kuliah Kerja Nyata di Perguruan Tinggi merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang mempunyai ciri-ciri khusus. Karenanya system penyelenggaraannya memerlukan landasan idiil yang secara filosofis akan memberikan petunjuk serta mengendalikan pola tindakan dalam setiap proses penyelenggaraannya. Untuk itu sekurang-kurangnya mengandung lima asas yang bernilai fundamental yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya. Yaitu (1) keterpaduan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, (2) pendekatan interdisipliner dan komprehensip, (3) lintas sektoral, (4) dimensi yang luas dan pragramatis serta (5) keterlibatan masyarakat secara aktif.
Tantangan pembangunan dari tahun ketahun semakin kompleks dan membutuhkan perangkat Ipteks serta kemampuan yang lebih tinggi untuk mengatasinya. Revitalisasi Kuliah Kerja Nyata di perguruan tinggi selalu dikaitkan dengan prioritas upaya penyelesain masalah masyarakat melalui berbagai penerapan Ipteks yang sesuai dengan potensi wilayah dan kemampuan sumberdaya manusia pelaksanaanya dalam perannya untuk masa depan.
Praktek KKN saat ini jauh sangat berbeda, dulu KKN waktu pelaksanaannya lebih panjang, sehingga mahasiswa yang nota benenya penerus bangsa ini benar-benar dapat berinteraksi dengan masyarakat. Hidup bersama-sama dengan masyarakat, menyelami kehidupan masyarakat, ikut membina dan membangun masyarakat. Selain itu tempat tinggal mereka pun benar-benar berbaur dengan masyarakat kebanyakan, sehingga ketika mereka selesai kuliah ada kenang-kenangan bagi masyarakat, entah itu berupa proyek fisik berupa jalan, jembatan, gedung sekolah. Dan juga proyek non fisik berupa berbagai macam pembinaan dan penyuluhan baik itu untuk para orang tua, remaja dan anak-anak. Bahkan saking akrabnya mereka berinterkasi dengan masyarakat banyak mahasiswa yang kecantol dengan gadis-gadis warga setempat yang mau atau tidak mau mereka selanjutnya bertempat tinggal disitu dan membina mereka untuk waktu selanjutnya.
Praktek KKN yang kita lakukan di Desa Kemiri Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang ini sangat memberikan pengalaman bagi kita, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya kuliah kerja nyata mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut :
1. Interdisipliner, “ cross sectoral “, dan komprehensif.
Pola pikir yang ingin dikembangkan melalui kuliah kerja nyata bagi lembaga dilandasi oleh kenyataan, bahwa hampir setiap persoalan hidup dalam masyarakat mempunyai hubungan satu dengan yang lain (complicated), sehingga penyelesaian dengan pola pendekatan monodisiplin kurang efektif. Kuliah kerja nyata dimaksudkan untuk pengisi kekurangan tersebut dengan memberikan pengalaman cara berfikir interdisipliner, terpadu, dan komprehensif.
2. Berdimensi luas, pragmatis, dan praktis.
Kuliah kerja nyata bertolak dari fakta yang ada di masyarakat, serta timbulnya pelbagai persoalan di masyarakat perlu adanya pola pikir secara komprehensif dan pragmatis dengan pendekatan lintas ilmu, baik berdemensi eksakta maupun non eksakta, yang berteknologi maupun non teknologi. Pelbagai disiplin ini dan metode pendekatan sangat menunjang tingkat keberhasilan dalam pemecahan masalah serta pemberian solusi yang bermanfaat. Dengan pembekalan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh dari bangku perkuliahan diharapkan dapat memberi sumbangan pemikiran, tenaga, dan lain sebagainya kepada masyarakat.
Dalam kuliah kerja nyata mahasiswa didorong untuk mengadakan kegiatan di luar bidang studi dan mahasiswa dapat melakukan studi lintas disiplin ilmu dengan teman dari pelbagai fakultas lain maupun melakukan diskusi, bertukar pikiran serta pengalaman baik dengan teman maupun masyarakat tempat lokasi kuliah kerja nyata (KKN), yang hasilnya dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, yakni mahasiswa, pemerintah dan masyarakat.
3. Keterpaduan antara pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui KKN mahasiswa mengenal persoalan masyarakat yang bersifat “cross sectoral” serta belajar memecahkan masalah dengan pendekatan ilmu (interdisipliner). Mahasiswa perlu menelaah dan merumuskan masalah yang dihadapi masyarakat serta memberikan alternatif pemecahannya (penelitian), kemudian membantu memecahkan dan menanggulangi masalah tersebut.
Di desa Kemiri, kita (mahasiswa) mempunyai pengalaman tersendiri baik itu dalam hal pendidikan, sosial budaya dan lain-lain. Di sini kita belajar berbaur, berbagi dan menjalin kerjasama dengan masyarakat. Misalnya saja dalam bidang pendidikan, kita tahu bahwa masuk dalam dunia pendidikan tidaklah mudah. Dalam proses belajar mengajar di SDN Kemiri 2, butuh kesabaran yang tinggi sehingga proses mengajar akan lebih baik. Kerjasama dengan masyarakat desa Kemiri pun berjalan dengan baik, contohnya dalam hal kerja bakti mereka sangat kompak sekali untuk membersihkan desa. Selain itu anak-anak di desa Kemiri juga sangat antusias mengikuti berbagai macam kegiatan seperti lomba-lomba, jalan sehat dan lain-lain. Dalam perlombaan khususnya lomba adzan, mewarnai, menulis kaligrafi, dan membaca Al-Qur’an, anak-anak di desa Kemiri ini sangat antusias mengikuti lomba-lomba tersebut. Saking antusiasnya sampai-sampai anak-anak mengikuti lomba 2 kali. Di posko KKN pun kita membuka sebuah tempat les gratis untuk anak-anak yang ingin belajar lebih giat lagi, mereka sangat senang sekali dengan adanya tempat les ini. Bukan hanya anak-anak yang bisa mebaca dan menulis saja yang ada di sini, tapi ada pula anak yang belum bisa membaca dan menulis, kita pun mengajarinya sampai ia bisa membaca dan menulis. Di sini, kita sempat berfikir sejenak “bagaimana orang tuanya mendidik anak tersebut sampai-sampai anak tersebut tidak bisa membaca dan menulis?”.
Dalam berbagai macam kegiatan yang kita lakukan selama satu bulan tersebut, kita (mahasiswa KKN) mempunyai banyak sekali pengalaman yang mengesankan terutama pengalaman kerja. Kita tau bahwa terjun di dunia kerja itu tidak mudah, butuh banyak ilmu, pengalaman dan kerja keras. Program KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang ini sangat bermanfaat sekali bagi kita (mahasiswa). Manfaatnya sangat besar yaitu memberikan banyak sekali pengalaman sehingga nantinya kita tidak canggung menghadapi dunia kerja. Oleh karena itu KKN (Kuliah Kerja Nyata) perlu diadakan. (By : Aida Nur Fitriana)