Senin, 28 Mei 2012

Sepenggal Kisahku (True Story)

Namaku Aida Nur Fitriana, rina adalah panggilan kecilku di rumah. Teman-temaku di sekolah sering memanggilku fitri, aida, bahkan beberapa dari temanku hanya memanggilku dengan ai saja. Di rumah, aku memang terkenal pendiam dibandingkan dengan saudara-saudarku yang lain. Dari kecil, aku memang sering diejek oleh saudara-saudara sepupuku. Bukan hanya itu saja, dulu waktu aku masih duduk di bangku TK aku sering diejek dan diremehkan oleh kakek dan nenekku sendiri. Terkadang aku dianggap bodoh dan tidak bisa apa-apa. Saking jengkelnya mereka kepadaku sampai-sampai mereka menyuruhku untuk pindah sekolah. Ya…dan akhirnya akupun pindah sekolah. Waktu aku masuk SD kelas 2, aku tak suka dengan pelajaran matematika, aku benci sekali dengan pelajaran itu. Karena aku tidak suka matematika, nilai-nilaiku pun sangat jelek sampai-sampai guru matematikaku merobek dan membuang bukuku. Selain itu, aku pun dihukum oleh guru matematikaku gara-gara aku tidak hafal perkalian dari 1 sampai 100. Aku dihukum berdiri di kelas dan tidak diperbolehkan untuk istirahat. Waktu aku SMP, aku mulai sedikit berubah. Aku mulai menyukai pelajaran matematika, IPS dan komputer. Aku mulai menyukai komputer sejak kelas 6 SD. Itu semua berkat masku, dia yang pertama kali mengenalkan dan mengajariku komputer. Bukan hanya komputer saja yang aku sukai, tapi pelajaran matematika yang menggunakan media alat berupa simpoa. Aku sangat menyukai simpoa. Saat menjelang UNAS SMP, wali kelasku menangis karena takut aku tidak lulus ujian. Tapi aku percaya kalau aku bisa lulus dengan nilai baik. Dan alhasil, Allah memberi jawaban… aku pun lulus dengan nilai baik. Dan sebelum surat kelulusan dibagikan ke semua siswa, wali kelasku kaget karena aku sudah diterima di SMA yang kuinginkan yaitu SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Padahal saat itu belum ada satu pun teman-temanku yang mendaftar ataupun diterima di SMA yang diinginkan oleh teman-temanku. Setelah pengumuman kelulusan, aku pun pulang dengan gembira. Tapi ada satu hal yang membuatku sedikit jengkel yaitu bulek ku. Bulek ku berkata “halah, paling-paling kamu cuma bisa masuk ke SMA yang tidak maju alias SMA ndeso!!”. Padahal bulek ku tidak tahu kalau aku sudah di terima di SMA terfavorit di kota Gresik. Setelah aku masuk SMA, aku masih pendiam. Saking pendiamnya aku sampai-sampai waktu mau kenaikan ke kelas 2, aku disuruh pindah sekolah tanpa alasan yang jelas oleh guru BP/BK. Kata guru BP/BK ku aku ini terlalu pendiam, sungguh alasan yang sangat tidak jelas. Walaupun di paksa pindah, tapi aku tetap tak mau karena aku sangat senang sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Gresik sekalipun aku diancam tidak naik kelas. Tapi aku dipertahankan oleh wali kelasku agar aku tetap bisa naik kelas sekalipun nilaiku jelek. Wali kelasku yakin aku bisa naik ke kelas 2. Dan Allah pun kembali memberiku keajaiban…aku naik ke kelas 2 dengan masuk jurusan IPS. Saat memasuki kelas 3, mental dan batinku kembali diuji. Waktu itu, aku memasuki ruang BP/BK untuk meminta formulir pendaftaran untuk masuk universitas yang aku inginkan yaitu Universitas Muhammadiyah Malang. Kata salah satu guru BP/BK ku “memangnya kamu bisa masuk ke sana? Ibu tidak yakin, apa lagi kamu memilih jurusan yang tidak begitu banyak peminatnya”. Tapi aku tidak menyerah, aku tidak hanya konsultasi dengan guru itu saja, masih ada guru BP/BK yang lain. Dan akhirnya aku pun dibantu oleh guru BP/BK yang lain tanpa sepengetahuan guru BP ku itu. Subhanallah…tanpa menyangka aku diterima di Universitas yang aku inginkan dengan jurusan agribisnis dan aku pun tidak menyangka kalau aku lulus SMA dengan nilai yang sangat memuaskan dan aku masuk ke universitas dengan mendapatkan beasiswa PMDK+B. Semua orang yang meremehkan aku pun menyadari dan mereka akhirnya malu kepada kemampuanku yang tidak mereka sangka sebelumnya.

Kamis, 24 Mei 2012

CATATAN HATI KECILKU

“Tuhan… Apakah ini sebuah teguran untukku? Apakah ini karma yang engkau berikan untukku? Apakah ini semua hukuman atas apa yang selama ini aku perbuat? Aku tak sanggup menghadapi semua ini sendirian… Aku tak kuat menjalani ini semua… Tuhan… Aku tau engkau menyayangiku… Tapi, jika engkau mengujiku terus-menerus seperti ini… Aku tak akan sanggup… Kuatkanlah aku Tuhan… Peluklah aku agar selalu dalam dekapan-Mu…” Senin, 21 Mei 2012 Created By: Aida Nur Fitriana

Untuk Sahabat-Sahabatku di Kampus Putih UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

“Tahukah kalian, aku bangga mengenal kalian semua. Kalian semua adalah sahabat-sahabat terbaikku. Dari dulu, aku tak pernah punya sahabat seperti kalian. Tak pernah aku mempunyai sahabat setulus kalian, seikhlas kalian dan sebaik kalian… Meskipun aku terkadang sedikit jengkel dengan ulah kalian yang sering menggodaku, tapi aku tak pernah benci dengan kalian semua. Rasa jengkel itu perlahan menghilang ketika kalian semua memberiku dukungan. Rasa jengkel itu menghilang ketika mendengar canda tawa kalian, dan rasa jengkel itu perlahan pudar ketika aku melihat tingkah laku kalian yang aneh tapi lucu sehingga membuatku tertawa lepas… Ku ucapkan terima kasih karena kalian sudah menjadi sahabat-sahabat terbaikku. Aku berharap persahabatan kita akan bertahan sampai akhir hayat kita. Aku ingin suatu hari nanti kita bisa berkumpul dan bercanda tawa lagi seperti saat ini…” I LOVE YOU ALL MY BEST FRIEND Malang, 12 Mei 2012 Created By : Aida Nur Fitriana

TAKDIR

“Terkadang aku benci dengan takdir Karena takdir, orang-orang yang kusayangi pergi meninggalkanku sendiri Takdir membuatku takut… Takdir membuatku menangis… Takdir membuat hatiku hancur… Tapi tak selamanya aku akan seperti ini Kita tak akan bisa menghindar dari takdir Terkadang takdir membuat kita lebih dewasa dan lebih memaknai arti hidup Aku percaya, suatu hari nanti takdir itu akan menghampiri kita kapanpun dan dimanapun…” Created By : ANF